( Foto : LSM SPKB dalam meninjau kegiatan_doc_transparansiindonesianews )
transparansiindonesianews / Ciampea - kabupaten bogor.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Pemuda Kabupaten Bogor (SPKB) melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi untuk meninjau kegiatan pengelolaan hasil produk pohon pinus yang berada di wilayah Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Rabu ( 26/08/2026).
( Foto : Pengujian mutu kualitas getah_doc_transparansiindonesianews )Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya SPKB untuk melihat secara langsung potensi wilayah serta aktivitas pemanfaatan hasil hutan yang melibatkan masyarakat sekitar. Dalam kesempatan tersebut, LSM SPKB juga bersilaturahmi ke kantor pengujian mutu hasil produksi getah pinus milik Perhutani yang berada di wilayah Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Dalam kegiatan penyadapan, getah pinus dikumpulkan oleh warga masyarakat yang berada di sekitar kawasan pohon pinus. Hasil sadapan tersebut kemudian ditampung dan mendapatkan perlakuan serta proses peningkatan mutu sebelum dikirim untuk proses selanjutnya.
Rudi, selaku petugas penguji mutu getah pinus, menjelaskan bahwa hasil getah yang dikumpulkan masyarakat saat ini sedang melalui proses pengujian mutu.
«“Hasil getah di sini dikumpulkan oleh warga masyarakat sekitar pohon pinus dan kini sedang dalam tahap pengujian mutu. Setelah itu akan dikirim ke PGT Sindangwangi untuk dijadikan bahan gondorukem (gum rosin),” ujar Rudi.»
Kegiatan tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan masyarakat sekitar dalam pemanfaatan hasil pohon pinus. Selain menjadi bagian dari aktivitas produksi Perhutani, kegiatan penyadapan juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari potensi yang ada di wilayahnya.
Ketua LSM Suara Pemuda Kabupaten Bogor, Heru Permana, berharap hubungan antara Perhutani, masyarakat dan LSM SPKB ke depannya dapat semakin bersinergi dalam menggali berbagai potensi wilayah.
“Harapan kami, keberadaan Perhutani bersama masyarakat dan LSM SPKB dapat terus membangun sinergisitas yang baik. Dengan komunikasi dan kerja sama yang lebih kuat, mudah-mudahan ke depan semakin banyak potensi wilayah yang bisa dikembangkan dan memberikan peluang bagi masyarakat,” ungkap Heru Permana.
Menurutnya, peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan hasil sadapan getah pinus, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan lainnya, salah satunya penyemaian atau pembibitan tanaman yang berpotensi melibatkan masyarakat sekitar.
LSM SPKB menilai komunikasi dan sinergi antara pengelola kawasan, masyarakat serta unsur sosial kemasyarakatan penting untuk terus dibangun agar potensi wilayah dapat dimanfaatkan secara baik, produktif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen LSM SPKB untuk hadir melihat langsung berbagai aktivitas dan potensi masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor, serta mendorong terciptanya komunikasi dan kerja sama yang positif dengan berbagai pihak.
( Opik )


