( Foto : Suasana kegiatan usaha klontong_doc_transparansiindonesianews )
transparansiindonesianews.com / Bogor.
Kabupaten Bogor – Suparman yang sering disapa Maman, pemilik sebuah warung kelontong, mengaku usahanya mengalami penurunan omzet yang sangat drastis dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan memenuhi kewajiban membayar angsuran pinjaman bank yang masih berjalan. Rabu (01/07/2026)
Menurut Maman, ia telah berupaya mengajukan permohonan kebijakan atau keringanan kepada pihak bank agar pembayaran pinjamannya dapat disesuaikan dengan kondisi usahanya saat ini. Namun hingga kini, permohonan tersebut belum memperoleh hasil yang diharapkan.
Maman berharap ada perhatian dari pihak-pihak terkait, khususnya di sektor perbankan, agar dapat memberikan solusi atau kebijakan yang meringankan beban para pelaku usaha kecil yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Sebagai langkah lanjutan, Maman berencana menyampaikan pengaduan dan mencari informasi terkait mekanisme penyelesaian permasalahannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Menanggapi hal tersebut, Koko Paul selaku anggota LSM Suara Pemuda Kabupaten Bogor (SPKB) menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan kepada Maman selama proses penyampaian aspirasi dan konsultasi kepada OJK maupun Bank Indonesia.
"Kami siap mendampingi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam menyampaikan aspirasi secara baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapannya, permasalahan yang dihadapi Pak Maman dapat memperoleh solusi yang adil dan bijaksana," ujar Koko Paul.
(H.P)

