transparansiindonesianews / ciasihan - pamijahan.
Pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak resmi memberlakukan penutupan sementara terhadap objek wisata Gunung Menir. Kebijakan ini diumumkan melalui papan informasi yang terpasang di lokasi, sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat dan para pengunjung. Senin (23/03/2026).
Dalam pengumuman tersebut, penutupan dilakukan berdasarkan surat resmi dari pihak Balai Taman Nasional. Langkah ini diambil dalam rangka optimalisasi penataan kawasan sekaligus pemulihan ekosistem di area Gunung Menir yang merupakan bagian dari wilayah konservasi.
Penutupan sementara ini mulai berlaku sejak 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan. Selama masa penutupan, seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut dihentikan.
Sukiman selaku kepala resort gunung bunder, dalam keterangannya menjelaskan, " Iyah untuk wisata gunung menir, untuk sementara ditutup dalam rangka pemulihan ekosistem, sampai dengan waktu yang tidak bisa ditentukan, ". Ucapnya.
Pihak pengelola juga menegaskan bahwa sanksi akan diberikan kepada siapa pun yang melanggar ketentuan penutupan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sahrudin ( kodok ) pengelola Curug seribu, menuturkan , " saya sangat menyayangkan tentang peristiwa ini, dari bulan puasa sampai dengan lebaran ( Idul Fitri 1147 H ) H+2, seharusnya kita panen nih, tapi MW gimana lagi, apalagi warung warung yang sudah belanja, jadi nya sepi, semoga ajah dari kejadian ini, ada hikmahnya,". tutur nya.
Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta mendukung upaya pelestarian lingkungan. Penutupan ini diharapkan dapat menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kualitas kawasan wisata di masa mendatang.
( H.P )


