transparansiindonesianews.com / Bojongrangkas - Ciampea.
Eman sulaeman ( suami) dan Mani ( istri) keluhkan keadaan rumah tinggalnya kepada lembaga swadaya masyarakat suara pemuda Kabupaten Bogor ( LSM SPKB ), dimana rumah tinggal yang beralamat di kp.bojongrangkas rt.006/005, desa bojongrangkas,kecamatan ciampea kabupaten bogor, yang ditempatinya mengalami pergeseran tanah, yang mengakibatkan infrastruktur rumahnya retak, dinding belakang rumahnya doyong ( bergeser) dan kini dipasang penyangga dari bambu, dan semua itu diduga akibat kegiatan pembangunan perumahan didekatnya. Rabu ( 26/11/2025 )
Iyan yang merupakan salah satu anak dari bapak eman ibu mani, ketika melihat keadaan rumah orang tuanya, begitu miris dan takut, pasalnya kondisi rumah itu sudah benar - benar mengkhawatirkan, dimana kondisi apabila bambu yang digunakan untuk menyangga dinding rumahnya dicabut atau potong, ke khawatiran roboh akan terjadi.
"Waduh ngeri ini rumah, udah pake penyangga seperti ini, takutnya bambu itu potong atau bergeser, dinding tembok rumah bisa kebongkar dan hancur, apalagi sekarang di musim penghujan membuat kondisi tanah bisa tidak stabil ", ucapnya saat ditemui oleh kami.
( Foto : gambar keadaan dinding_doc_transparansiindonesianews.com )Kejadian semua ini terjadi diduga dari kegiatan perumahan yang sedang berjalan saat itu, seperti pendoseran ( pengerukan tanah) yang dilakukan menggunakan alat berat ( doser), dimana kegiatan saat pengerukan tanah diduga sangat dekat dengan pondasi rumah tinggal dari pa eman dan ibu mani, sehingga kondisi ( medan) tanah untuk menahan kekuatan pondasi rumah pak eman dan ibu mani terkikis ( lemah) yang mengakibatkan Dinding rumah pak eman bergeser retak.
Masih dengan iyan, " Iyah itu tuh kayanya dari pengerukan tanah yang jaraknya sangat dekat dengan pondasi rumah orang tua, jadi rumah kita tidak ada kekuatan penahan pondasi rumah, ", tambahnya.
Lembaga swadaya masyarakat suara pemuda Kabupaten bogor dalam hal ini, akan mencoba untuk mengkonfirmasi kepada pihak desa terkait, serta berharap cepat untuk dapat bermediasi dengan pihak perumahan agar mendapatkan solusi untuk rumah tinggal pak eman dan ibu mani.
Heru Permana yang merupakan ketua lsm SPKB, dalam keterangannya mengatakan, " Saya bersama team akan mencoba untuk memberitahukan keluhan warga ini kepada pihak desa, dan mencoba untuk bisa bermediasi dengan pihak perumahan, agar mendapatkan solusi serta keadilan yang dapat diterima oleh bapak eman dan ibu mani, karena saya yakin pihak pengembang ( perumahan ) akan lebih mengetahui dalam penanganan dampak sosial dari kegiatannya, ", jelasnya.
Selain itu ibu mani berharap agar, rumahnya bisa kokoh kembali seperti sedia kala, dan ditinggali dengan rasa aman serta nyaman, bersama keluarganya.
" Saya berharap kepada pihak desa, camat, serta pihak lainnya, untuk dapat membantu saya dalam memperbaiki kembali rumah saya, yang tidak mungkin saya bisa perbaiki sendiri, karena suami saya yang sakit stroke serta. Keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, " Harapan ibu ani.
( H.P )



